Akhirnya di Bandung dipasang juga pencacah hitung mundur (counter down) lampu lintas. Pengalaman banyak orang, kalau berhenti di jalan karena lampu merah sedang menyala, seringkali pengendara ngedumel, tidak sabaran menunggu lampu hijau menyala. Kok lama sekali lampu merahnya? Untunglah sekarang pada traffic light di beberapa prapatan jalan dipasang pencacah hitung mundur sehingga pengendara bisa tahu berapa lama lagi lampu merah akan berakhir.
Foto di bawah ini lampu lintas dengan pencacah hitung mundur di pertigaan Gedung Sate (cuaca lagi cerah):
Kalau yang ini di perempatan Jalan Merdeka (lagi mendung):
Keberadaan pencacah hitung mundur itu dapat mengurangi efek psikologis bagi pengendara yang sering dilanda ketidakpastian kapan lampu merah berakhir. Jadi, kalau melihat pencacah melakukan hitung mundur, pengendara tidak merasa bete lagi. Sebenarnya kota Bandung termasuk telat mengimplementasikan pencacah hitung mundur ini, di kota lain itu sudah biasa ditemukan (atau saya yang “kuper” sehingga baru tahu sekarang?). Emang sih, belum semua prapatan lampu lintas dipasang pencacah ini. Nggak apalah telat, lebih baik dari pada tidak ada sama sekali.

Ini yang khas dari kuda Indonesia yang sekarang gak mau makan rumput lagi karena sudah berganti dengan bensin/premium. Spesies ini, dari Medan hingga Jayapura, memiliki ciri-ciri yang sama: bergimung seperti lalat, melabrak lampu merah, majunya nyerempet-nyerempet, kalau lagi macet trotoar jadi alternatif, di stopan menuhin zebra cross hak para pejalan kaki dan melaju melawan arah. Karena produksinya tidak diatur, jalur khusus tidak dibuatkan, penegakkan hukum hanya soal tilang lalu polisi dapet duit, pengaturan sepeda motor akhirnya menjadi sangat susah dan rumit untuk rapih dan tertib. Hidup di Indonesia benar-benar merdeka. Hidup Indonesia ….
Eitt... yang ini malah nekad masuk jalan tol
1. Pembajakan
Studi IDC menyebutkan tingkat pembajakan di Indonesia dialami sebesar 85% dengan potensi kerugian sebesar US$544 juta pada 2008. Jika dibandingkan 2007 naik sebesar 1% dari 84% dengan potensi kerugian sebesar US$411 juta. Dengan hasil 85% tersebut, Indonesia berada di posisi ke-12 dari 110 negara di dunia yang menjadi subjek penelitian. Persentase Indonesia ini sama dengan Vietnam dan Irak.
2. Pelangaran lalu lintas "yang ringan-ringan"
Tingginya pelanggaran lalu lintas bisa dilihat dari angka pelanggaran yang terus meningkat. Data di Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya tercatat catat 589.127 kasus selama tahun 2008 hingga awal 2009, atau rata-rata sehari sekitar 1.000 lebih terjadi pelanggaran. Dari angka tersebut, sekitar 60% dilakukan pengendara sepeda motor, 30% angkutan umum baik Mikrolet, Bis, Metromini dan lainnya, 10% sisanya mobil pribadi. Angka pelanggaran yang tercatat di kepolisian tersebut jauh lebih rendah dari yang sesungguhnya.
3. Pernikahan di bawah Umur
Laporan Pencapaian Millennium Development Goal’s (MDG’s) Indonesia 2007 yang diterbitkan oleh Bappenas menyebutkan, bahwa Penelitian Monitoring Pendidikan oleh Education Network for Justice di enam desa/kelurahan di Kabupaten Serdang Badagai (Sumatera Utara), kota Bogor (Jawa Barat), dan Kabupaten Pasuruhan (Jawa Timur) menemukan 28,10% informan menikah pada usia di bawah 18 tahun. Mayoritas dari mereka adalah perempuan yakni sebanyak 76,03%, dan terkonsentrasi di dua desa penelitian di Jawa Timur (58,31%).
Angka tersebut sesuai dengan data dari BKKBN yang menunjukkan tingginya pernikahan di bawah usia 16 tahun di Indonesia, yaitu mencapai 25% dari jumlah pernikahan yang ada. Bahkan di beberapa daerah persentasenya lebih besar, seperti Jawa Timur (39,43%), Kalimantan Selatan (35,48%), Jambi (30,63%), Jawa Barat (36%), dan Jawa Tengah (27,84%).
4. Main Hakim Sendiri
Sebagai illustrasi kasus dapat kita segarkan kembali ingatan kita pada peristiwa hukum main hakim sendiri, antara lain : Perististiwa Pembunuhan dukun santet di Jawa-Timur, lebih kurang 200 orang dieksekusi mati tanpa proses hukum ; Komplik di Sambas dan Poso di Sulawesi ; Kerusuhan di Maluku ; Kekerasan di NAD ; Pengrusakan beberapa toko, kios dan rumah oleh mereka yang diketahui berpakaian ninja di DIY ; dan yang paling pahit untuk dikenang adalah perkelahian antara sesama anggota DPR RI pada pembukaan sidang tahunan 2001 pada tanggal 01 Nopember 2001 yang langsung disaksikan oleh ratusan juta rakyat Indonesia melalui layar kaca.
Semua fenomena tersebut menunjukkan bahwa kelompok masyarakat kita cenderung menyiapkan kekuatan phisik sebagai langkah antisipasi dalam menyelesaikan setiap masalahnya ketimbang menggunakan jalur hukum yang mereka nilai tidak efektif. Budaya main hakim sendiri pada perkembangannya akan melahirkan cara-cara lain seperti teror baik dengan sasaran psikologis maupun phisik, atau yang lebih halus seperti intimidasi, pembunuhan karakter dan lain sebagainya.
5. Buang Sampah Sembarangan
Pemandangan yang namanya sampah itu sudah merupakan kenyataan sehari-hari. Banyak orang membuang sampah sembarangan, dari yang berpendidikan tinggi sampai yang rendah, dari yang kaya sampai yang miskin, dari mereka yang (maaf) menjabat sampai yang tidak menjabat. Sampai-sampai ada orang yang menyatakan bahwa buang sampah sembarangan sudah menjadi tradisi atau budaya.
Yah, memang masalah sampah bagaikan lingkaran setan yang tidak ada putus-putusnya. Penanganan sampah gampang-gampang susah. Gampang jika kita semua sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan. Gampang jika fasilitas persampahan untuk cukup dan terpelihara. Gampang jika semua aturan mengenai persampahan ditegakkan. Gampang jika semua petugas bekerja penuh semangat. Susah, ya jika sebagian besar masyarakat suka buang sembarangan. Susah jika aturan tidak ditegakkan. Susah kalau fasilitas tidak cukup dan tidak dipelihara. Susah kalau kita saling tuding, saling menyalahkan, saling berlepas diri.
6. Pemukiman di sembarang Tempat
Pengaruh pertambahan penduduk di lingkungan perkotaan terhadap kehidupan masyarakat, dapat bersifat positif bersifat negatif. Yang paling banyak disoroti oleh para perencana kota adalah pengaruh negatif pertambahan penduduk, antara lain terbentuknya pemukiman kumuh, yang sering disebut sebagai slum area. Daerah ini sering dipandang potensial menimbulkan banyak masalah perkotaan, karena dapat merupakan sumber timbulnya berbagai perilaku menyimpang, seperti kejahatan, dan sumber penyakit sosial lainnya. Disamping itu, Mc Gee (1971) memandang bahwa perpindahan penduduk ke kota sering mengakibatkan urban berlebih yang pada akhirnya menimbulkan banyak masalah yang berhubungan dengan pengangguran, ketidakpuasan di bidang sosial dan ekonomi. Contoh : Pemukiman di pinggir kali, di sekitar rel kereta api, dll.
7. Diskriminasi dan Sara
Sampai saat ini para pelaku diskriminasi dan SARA masih terbilang kurang terkena dampak hukum di Indonesia, makanya bisa dilakukan terus-menerus dan berkelanjutan. Tragedi 13-15 Mei 1998 yang terjadi merupakan peristiwa politik yang sadis, kejam dan melanggar Hak Asasi Manusia. Tragedi tersebut tentunya tidak berhenti hanya sebagai problematika rasial, tapi telah menjadi momentum pembenaran bagi lahirnya peristiwa kekerasan-kekerasan berikutnya. Peristiwa Trisakti, Semanggi I dan II, Ketapang, Kupang, Aceh, Maluku, Papua, Kalimantan Barat, Poso, Makassar, Medan, Mataram, Yogyakarta, Yayasan Doulos, Banyuwangi, dan banyak lagi lainnya, hanya dilihat sebagai peristiwa politik yang layak disesalkan, tapi tidak untuk dituntaskan penyelesaian hukumnya.
8. Pengemis
Tindakan tegas yang dilakukan Dinas Sosial terhadap pemberi sedekah kepada pengemis di jalan sesuai dengan Perda Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Sanksi yang tercantum dalam perda cukup berat, kurungan tiga bulan atau denda maksimal Rp 20 juta. Dan untuk si pemberi sedekah akan didenda Rp 300 ribu.Operasi penertiban sosial sudah menjadi agenda Dinas Sosial dalam menekan angka pengemis jalanan yang terus meningkat tiap tahunnya, terutama menjelang puasa dan Lebaran.
9. Kelakuan Para Pejabat
Contoh : Sebanyak 75 mobil dinas anggota DPRD DKI Jakarta masa jabatan 2004-2009 belum dikembalikan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Padahal, para wakil rakyat itu sudah mengakhiri masa jabatannya pada Selasa (25/8). Para anggota Dewan kecuali empat pimpinan Dewan diberi fasilitas berupa mobil dinas Toyota Altis tahun 2007. Mobil itu dibeli dengan menggunakan APBD DKI dan berfungsi sebagai mobil operasional. Jadi, begitu anggota Dewan berhenti, mereka wajib mengembalikan mobil tersebut.
Masih banyak lagi sebenarnya seperti : Tidur saat rapat paripurna, kasus suap dan korupsi, berkelahi sampai video porno, kalau semuanya dibahas satu persatu tidak akan cukup. Setidaknya itulah gambaran negatif kelakuan para pejabat yang tidak perlu ditiru.

Jakarta (SuaraMedia News) - Ada-ada saja bisnis zaman sekarang. Sebuah perusahaan mengupah karyawannya hanya untuk bermain game online.
Perusahaan itu adalah PT AMI Jaya Mandiri, sebuah perusahaan di Semarang yang merekrut karyawan hanya untuk bermain dan mengumpulkan poin game online. Nantinya, poin-poin tersebut akan dijual kepada para gamers di seluruh dunia dengan harga yang cukup menggiurkan.
"Kami setiap hari bekerja selama 8 jam tanpa istirahat untuk bermain game online apa saja. Dari hasil permainan itu kami akan mendapatkan poin. Poin-poin itulah yang akan menjadi pemasukan bagi keuangan kantor," ujar Tri Murwati (21), beberapa waktu lalu.
Menurut Tri, harga per 1.000 gold poin bernilai 12.000 euro. Poin tersebut sangat laris manis di komunitas game online dunia. Tidak heran jika para pembeli poin 'gamers' PT AMI berasal dari negara-neraga seperti Perancis, Spanyol, Kanada, Amerika dan negara lainnya.
"Salah satu yang diminati adalah poin-poin dari game Arator. Mereka membutuhkan poin tersebut untuk membeli atribut. Cara paling mudah untuk mendapatkannya adalah dengan membelinya," papar Tri yang mengaku mendapatkan upah sekira Rp800.000 setiap bulannya, hanya dengan bermain game.
Sayangnya, lanjut Tri, saking mereka membutuhkan poin tersebut, para gamer tersebut tidak mengetahui jika mereka membeli poin tersebut dari PT AMI. Yang mereka tahu, poin-poin tersebut dibeli dari sesama gamers online.
Demi mendapatkan poin-poin dalam waktu cepat, para buruh tidak hanya dilepas begitu saja. Mereka harus menjalani pelatihan selama tiga bulan terlebih dahulu di masa-masa awal kerja mereka. Dalam waktu tiga bulan tersebut mereka dilatih untuk bisa menjadi gamers profesional, lengkap dengan strategi jitu dalam mendapatkan poin. Setelah lihai, mereka pun bekerja dengan status kontrak dan terbagi dalam 4 shift waktu kerja.
"Shift 1 antara pukul 06.00 - 14.00, shift 2 pukul 14.00 - 22.00, shift 3 dimulai pukul 22.00 - 06.00, sedangkan shift 4 menggantikan karyawan yang libur. Kami bekerja 5 hari dalam seminggu," kata Tri Murwati yang bekerja di PT AMI berdasarkan info lowongan kerja dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Untuk memperlancar kinerja, PT AMI menyediakan sekira 200 unit komputer yang digunakan para karyawan untuk bermain game
Foto di bawah di ambil di ruang check in Bandara Polonia Medan, tanggal 26 Agustus 2008, pukul 13:31.
Penampilan boleh meyakinkan, tapi kalau tidak bisa baca… yah… gimana gichu…
Sepertinya orang-orang ini punya kesulitan dalam pengelihatan atau buta huruf sehingga
Tidak bisa membaca tulisan yang begitu besar yang terpampang di atasnya…
Dan membiarkan seorang nenek tua duduk di bawah…

1. Christopher Columbus
Mencapai kebesaran ketika tiba di benua baru, New World di tahun 1492. Tapi sesudah pelayarannya yang ke 3 ke Amerika, sponsornya, Raja Spanyol, tidak puas dengan kinerja Columbus sebagai gubernur di koloni baru tersebut & membawanya pulang dengan di rantai. Dalam tahun2 terakhir hidupnya, penjelajah besar ini sering tak punya uang untuk membeli makanan. Ia meninggal di tahun 1506.
2. Thomas Jefferson
2 kali menjadi presiden Amerika, dari 1801 sampai 1809 n penyusun naskah Declaration of Independence, bangkrut sesaat sebelum meninggal di tahun 1826. Ia memiliki tanah seluas 10 ribu are, tapi rekeningnya jadi merah karena mewarisi utang properti dari ayah mertuanya. Jefferson dipaksa menyerahkan semua kekayaan & propertinya untuk melunasi hutang. Sampai tongkat untuk jalan dengan pegangan emas & jam tangan perak pun diambil sebagai pembayar utang.
3. Ulysses S. Grant
Menjadi presiden Amerika dari 1869 sampai 1877, n sebagai jenderal terbesar Union, membantu memenangkan perang Utara – Selatan. Cara mengelola bisnis yang buruk sesudah ia meninggalkan kursi kepresidenan membuatnya bangkrut. Ketika meninggal di tahun 1885, ia bahkan juga kehilangan pedangnya karena dijadikan jaminan utang.
4. Wolfgang Amadeus Mozart
Jenius musik yang lahir di tahun 1756, menulis minuet pertamanya pada umur 5 tahun. Tapi para musisi yang bersaing dengannya membuatnya tak bisa mendapatkan pekerjaan & meraih sukses finansial. Ia meninggal di usia 35, & dikubur di kuburan orang miskin tanpa batu nisan.
5. Vincent Van Gogh
Lahir di tahun 1853, kini dianggap sebagai pelukis terbesar dunia dan karyanya banyak diburu kolektor lukisan. Tapi dia menderita penyakit jiwa n selalu hidup melarat. Ia menembak dirinya karena putus asa. Ketika meninggal di tahun 1890, dia sama sekali tidak dikenal & seumur hidupnya hanya menjual satu lukisan.
__________________

10. Joseph Estrada, Filipina (1998- 2001), 78 - 80 juta US Dolar
8. Pavlo Lazarenko, Ukraina (1996-1997), 114 - 200 Juta US Dolar
7. Alberto Fujimori, Peru (1990-2000), 600 juta US Dolar
6. Jean- Claude Duvalier, Haiti (1971-1986), 300 - 800 Juta US Dolar
5. Slobodan Milosevic, Serbia/Yugoslavia (1989-2000) 1 Milyar US Dolar
4. Sani Abacha, Nigeria (1993-1998), 2 - 5 Milyar US Dolar
3. Mobutu Sese Seko, Kongo (1965-1997), 2 - 5 Milyar US Dolar
2. Ferdinand E Marcos, Filipina (1972-1986), 5 - 10 Milyar US Dolar
1. Soeharto, Indonesia (1967-1998), 15 - 35 Milyar US Dolar
Dalam kasus korupsi Soeharto ini saya agak bingung yah.., Kita harus bangga apa Tidak yah??? Bukannya juara satu itu membanggakan?? Bener Toh... Enak toh... hehe...
Saling sindir untuk jadi yang paling... biasa dilakukan oleh manusia, tapi koq ini papan iklan juga sindir menyindir???
yang jelas anda yang menentukan jawabannya
pilih :
A. XL
B. Simpati
silakan hubungi konter - konter terdekat untuk menjawabnya...

Seorang bapak mengayuh sepeda membonceng anaknya yang masih kecil, menyusuri jalanan panas berdebu dengan sepeda pancal nya. Dengan kaki terikat di sepeda, sang anak yang sepertinya sedang kelelahan duduk dan tersandar di punggung sang ayah yang senantiasa mengawasi ramai lalu lintas di jalan yang sedang mereka tempuh. Salah satu tangan sang ayah menahan posisi anaknya agar tetap dalam keadaan seimbang dan tidak jatuh, sementara tangan yang lainnya tetap dalam kemudi sepeda
Coba kalo ada sabuk pengaman pada sepeda... hahahaha
Arsip Blog
-
▼
2009
(44)
-
▼
Desember
(44)
- Jacksoon five versi indonesia
- Robot Rider di jakarta
- Jebakan tikus terbesar
- Knalpot Racing ala indonesia
- Larangan yang to de poin
- Gunakan istri seperlunya
- “Counter Down” Prapatan Penghilang Ketidaksabaran
- kuda Indonesia yang sekarang gak mau makan rumput
- Kereta masuk Pasar
- Hanya di Indonesia yang pakai peringatan meyakinka...
- Perbedaan Kotak Surat di indonesia dengan di luar ...
- Motornya bisa dinaiki lebih dari 5 orang
- Hanya di Indonesia supirnya ada yg bekas penulis p...
- Hanya di Indonesia kita bisa nabung sembari makan ...
- Kasih sayang seorang ibu bisa kalah dengan kasih s...
- Nokia mendistribusikan produk sendalnya
- Polisi yang melayani dan mengantar
- Binatang di indonesia malu di foto manusia
- Es Panas
- Anak majikan dianggap HERDER
- kejahatan yang dapat dimaklumi di Indonesia
- Buruh Diupah Main Game Online
- Keren, tapi Gak Bisa Baca
- Tokoh – tokoh dunia yg meninggal dalam keadaan miskin
- Suharto terkorup di dunia
- Minuman Berdosa
- Teori bahwa matematika dapat membunuh
- Aib MEGAWATI
- Amanat Pak HARTO untuk para BLOGGER
- Perang Iklan
- Minuman Paling Mujarab di Abad ini
- Perlunya Sabuk Pengaman Pada Sepeda
- Rambu aneh
- Iklan yang kreatif
- "GAPTEK" Nama
- Poster - poster norak PEMILU CALEG 2009
- Serba-serbi Lumpur Panas Lapindo Porong
- Unit Gawat Darurat
- Uang Kembalian Permen
- Kenapa semua air mineral itu disebut AQUA ??
- Hanya Telkomsel yang Bisa Menembus Alam Kubur
- Kenali Uang Anda
- Ban Serep
- Polisi Multitasking
-
▼
Desember
(44)
























