Akhirnya di Bandung dipasang juga pencacah hitung mundur (counter down) lampu lintas. Pengalaman banyak orang, kalau berhenti di jalan karena lampu merah sedang menyala, seringkali pengendara ngedumel, tidak sabaran menunggu lampu hijau menyala. Kok lama sekali lampu merahnya? Untunglah sekarang pada traffic light di beberapa prapatan jalan dipasang pencacah hitung mundur sehingga pengendara bisa tahu berapa lama lagi lampu merah akan berakhir.
Foto di bawah ini lampu lintas dengan pencacah hitung mundur di pertigaan Gedung Sate (cuaca lagi cerah):
Kalau yang ini di perempatan Jalan Merdeka (lagi mendung):
Keberadaan pencacah hitung mundur itu dapat mengurangi efek psikologis bagi pengendara yang sering dilanda ketidakpastian kapan lampu merah berakhir. Jadi, kalau melihat pencacah melakukan hitung mundur, pengendara tidak merasa bete lagi. Sebenarnya kota Bandung termasuk telat mengimplementasikan pencacah hitung mundur ini, di kota lain itu sudah biasa ditemukan (atau saya yang “kuper” sehingga baru tahu sekarang?). Emang sih, belum semua prapatan lampu lintas dipasang pencacah ini. Nggak apalah telat, lebih baik dari pada tidak ada sama sekali.

Jakarta (SuaraMedia News) - Ada-ada saja bisnis zaman sekarang. Sebuah perusahaan mengupah karyawannya hanya untuk bermain game online.
Perusahaan itu adalah PT AMI Jaya Mandiri, sebuah perusahaan di Semarang yang merekrut karyawan hanya untuk bermain dan mengumpulkan poin game online. Nantinya, poin-poin tersebut akan dijual kepada para gamers di seluruh dunia dengan harga yang cukup menggiurkan.
"Kami setiap hari bekerja selama 8 jam tanpa istirahat untuk bermain game online apa saja. Dari hasil permainan itu kami akan mendapatkan poin. Poin-poin itulah yang akan menjadi pemasukan bagi keuangan kantor," ujar Tri Murwati (21), beberapa waktu lalu.
Menurut Tri, harga per 1.000 gold poin bernilai 12.000 euro. Poin tersebut sangat laris manis di komunitas game online dunia. Tidak heran jika para pembeli poin 'gamers' PT AMI berasal dari negara-neraga seperti Perancis, Spanyol, Kanada, Amerika dan negara lainnya.
"Salah satu yang diminati adalah poin-poin dari game Arator. Mereka membutuhkan poin tersebut untuk membeli atribut. Cara paling mudah untuk mendapatkannya adalah dengan membelinya," papar Tri yang mengaku mendapatkan upah sekira Rp800.000 setiap bulannya, hanya dengan bermain game.
Sayangnya, lanjut Tri, saking mereka membutuhkan poin tersebut, para gamer tersebut tidak mengetahui jika mereka membeli poin tersebut dari PT AMI. Yang mereka tahu, poin-poin tersebut dibeli dari sesama gamers online.
Demi mendapatkan poin-poin dalam waktu cepat, para buruh tidak hanya dilepas begitu saja. Mereka harus menjalani pelatihan selama tiga bulan terlebih dahulu di masa-masa awal kerja mereka. Dalam waktu tiga bulan tersebut mereka dilatih untuk bisa menjadi gamers profesional, lengkap dengan strategi jitu dalam mendapatkan poin. Setelah lihai, mereka pun bekerja dengan status kontrak dan terbagi dalam 4 shift waktu kerja.
"Shift 1 antara pukul 06.00 - 14.00, shift 2 pukul 14.00 - 22.00, shift 3 dimulai pukul 22.00 - 06.00, sedangkan shift 4 menggantikan karyawan yang libur. Kami bekerja 5 hari dalam seminggu," kata Tri Murwati yang bekerja di PT AMI berdasarkan info lowongan kerja dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans).
Untuk memperlancar kinerja, PT AMI menyediakan sekira 200 unit komputer yang digunakan para karyawan untuk bermain game

Seorang bapak mengayuh sepeda membonceng anaknya yang masih kecil, menyusuri jalanan panas berdebu dengan sepeda pancal nya. Dengan kaki terikat di sepeda, sang anak yang sepertinya sedang kelelahan duduk dan tersandar di punggung sang ayah yang senantiasa mengawasi ramai lalu lintas di jalan yang sedang mereka tempuh. Salah satu tangan sang ayah menahan posisi anaknya agar tetap dalam keadaan seimbang dan tidak jatuh, sementara tangan yang lainnya tetap dalam kemudi sepeda
Coba kalo ada sabuk pengaman pada sepeda... hahahaha
DISINI UGD BUAT HANDPHONE ANDA
UGD atau Unit Gawat Darurat merupakan salah satu fasilitas dari rumah sakit yang akan menangani calon pasien yang memiliki penyakit yang cukup parah sehingga perlu dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.
Hmmm.. rupanya UGD dan rumah sakit ternyata tidak hanya monopoli manusia saja. Bila anda lewat jalan antara Mrican Kediri hingga Warujayeng Nganjuk anda akan mendapati sebuah Rumah Sakit yang melayani UGD untuk HP anda yang sedang sakit parah.. Haha.. Sebuah cara jitu memancing pelanggan berdatangan... Hihi....
Berikut ini skrinsut yang berhasil saya dapatkan....
Sekarang ini sangat susah sekali mendapatkan uang kembalian dengan utuh seperti yang seharusnya kita terima. Ini yang terjadi saat ini di berbagai swalayan dan supermarket entah itu yang besar maupun yang kecil.




Misalkan saja kita berbelanja barang dengan total Rp 9.900,- dan jika kita membayarnya dengan selembar uang sepuluh ribu rupiah maka seharusnya kita mendapatkan uang kembalian sebesar Rp 100,-. Namun seringkali yang terjadi malah kita 'dipaksa' menerima sebungkus permen sebagai uang kembalian. Memang uang Rp 100,- di saat krisis ekonomi dan inflasi gila-gilaan seperti ini tidaklah seberapa. Tapi apa ya mau kasir tersebut dibayar dengan permen juga. Nah kalau si kasirnya mau berarti fair dong... Dengan sepuluh bungkus permen kita bisa mendapatkan sebungkus mie instan. Beli pake permen, dapet kembalian juga permen...
Tapi apa ya begitu? Nggak kan? Malah nanti kita dikira ga punya uang... Hehehehe....
Kenapa ya? Sering kali kita tidak menyadari di sekitar kita ini terjadi. Misalnya saja seorang penjual minuman di terminal. Mereka mungkin membawa bermacam jenis minuman. Biasanya mereka taruh dalam sebuah tempat yang kemudian di dalamnya berisi es sebagai alat pendinginnya. Mereka berteriak lantang kepada para calon pembelinya, "Aqua.. Aqua dingin dingin, teh botol, aqua dingin, teh botol, sprite, fanta dingin, aqua dingin dingin...". Padahal belum tentu air mineral yang mereka jual itu bermerek AQUA?? Mungkin saja Club, Aquades, Vivi atau yang lainnya...
Banyak contoh-contoh lainnya. Misalnya saja, jarang kita menyebut kata pompa air untuk sebuah alat yang bisa memompa air dari dalam tanah. Sering kita menyebut mereknya, merek yang sudah sangat terkenal dan sudah meresap kuat di ingatan setiap orang yaitu SANYO. "Pah, tolong itu sanyo-nya dinyalain, ibu lagi nyuci di kamar mandi airnya habis, tolong dinyalain ya pah sanyo-nya". Dan padahal belum tentu merek pompa air yang dimiliki adalah Sanyo.
Dan pada saat mencuci kemudian ibu itu menemukan fakta bahwa deterjennya mau habis, maka si ibu tadi akan mengucapkan kalimat "Pah, sekarang Rinso mamah tinggal dikit nih, gimana mau nyucinya nanti. Tolong beli di warung sebelah dong pah...". Padahal belum tentu deterjen yang dipakai ibu itu adalah bermerek Rinso, bisa saja SoKlin, Wings atau apalah mereknya... Bisa saja kan?
Atau ketika anak si ibu tadi terganggu oleh ulah nyamuk-nyamuk nakal, mungkin saja terucap kalimat "Banyak nyamuk nih mah, udah dinyalain belum Baygon-nya?". Sekali lagi, padahal belum tentu obat nyamuk bakar merek Baygon yang dipakai...
Yah.. Top of Main Brand memang berpengaruh pada semua hal tersebut diatas. Aqua menjadi top of main brand untuk air mineral. Merek yang sudah sangat terkenal atau merek yang pertama kali muncul dan terkenal di pasaran itulah yang akan menjadi merek yang paling diingat oleh para konsumennya, dan berpengaruh pada penyebutan merek-merek lain hehehehe....
Bagaimana tanggapan anda??

Ada-ada saja cara operator seluler untuk memasarkan produknya. Seperti yang bisa dilihat pada gambar di atas ini, sebuah gapura makam pun bisa menjadi sarana untuk beriklan. Ini terjadi di Probolinggo pada saat ada lomba hias gapura yang disponsori oleh Telkomsel, dan jadilah gapura makam seperti gambar di atas. Lihat tulisan yang ada pada spanduk yang ada pada gapura tersebut bertuliskan "HANYA TELKOMSEL YANG BISA MENEMBUS ALAM KUBUR". Saya pun tak habis pikir, apa maksud kalimat itu semua?? Apakah dengan menggunakan layanan dari Telkomsel ini memungkinkan kita untuk bisa bercakap-cakap dengan orang, teman atau saudara kita yang sudah tenang di alam sana?? Aku tidak mengerti. Aku rasa tidak. Hehehehe....
Bagaimana menurut anda??
"Tak kenal maka tak sayang". Begitulah bunyi salah satu peribahasa kita yang patut menjelaskan kejadian yang baru saja saya alami. Iseng-iseng ngenet di warnet dan billingnya menunjukkan angka Rp 7.000,-. Langsung saja kusodorkan uang Rp 100.000,-. Dan tahu tidak? Tanpa babibu si operator warnet langsung menyerahkan uang kembalian 'hanya' Rp 3.000,- !!! Gubrak.... *#&!^*%&^#$!#@!%&^&*#%^!@$*#$
Langsung saja saya bilang, "Loh itu tadi uang saya Rp 100.000 lho!! Seharusnya kembaliannya Rp 93.000,- bukan Rp 3.000,- !!"
Fyuh..!! Untung saja mata saya masih tajam untuk menganalisa perbedaan antara uang sepuluh ribu dengan seratus ribu tersebut... Seandainya tidak, ya sayang kan uang 90.000 melayang sia-sia :D


Jadi bener tuh, Tak kenal maka tak sayang. Kenali uang anda atau uang melayang karena kurangnya ketelitian kita... Tapi bisa juga sebaliknya, kita malah jadi beruntung seandainya lawan kita yang tidak teliti... :D
Waspadalah.... waspadalah.... waspadalah....!
Bagaimana dengan anda, apakah anda juga pernah mengalami kejadian serupa?
Selama ini kita memahami bahwa hanya mobil dan kendaraan beroda empat atau lebih lah yang memiliki ban serep atau ban cadangan. Ban serep adalah ban cadangan yang dipersiapkan untuk hal-hal yang tidak terduga atau terjadi secara mendadak, misalnya ban tiba-tiba meletus di tengah jalan. Untuk memerbaiki kondisi tersebut tentunya diperlukan adanya ban serep.
Nah, anggapan kita bahwa selama ini kalau ban serep ada pada kendaraan beroda empat atau lebih - atau bahkan roda tiga - ternyata salah. Karena pada kendaraan roda dua, yakni sepeda motor pun bisa ditemukan ban serep.....
Berikut ini adalah foto yang saya ambil di jalan raya Pucang Anom Surabaya beberapa hari yang lalu. Saya mendapati kenyataan bahwa toh meskipun beroda dua, tapi sepeda motor pun tetap bisa memiliki ban serep..... Hahahaha... LOL


Manusia memang dikaruniai oleh Tuhan untuk mampu melakukan aktivitas secara multitasking. Multitasking adalah kemampuan manusia untuk melakukan lebih dari satu kegiatan atau aktivitas secara sekaligus atau bersamaan waktunya. Hehe... Jadi tidak hanya handphone saja yang bisa multitasking....
Iseng-iseng saya berkeliling kota menikmati pemandangan pagi itu yang masih asri dan sejuk sembari menunggu sebuah pengumuman yang sebenarnya tak layak untuk ditunggu. Hihi...
Sekilas dari kejauhan saya mengamati sebuah kendaraan mirip mobil patroli polisi di perempatan utara alun-alun. Ternyata benar setelah saya melihat plat nomer kendaraan itu menunjukkan bahwa kendaraan tersebut milik Polres lengkap dengan tulisan Polisi Melayani Melindungi dan Mengayomi Masyarakat yang tertera di badan kendaraan....
Namun ada hal yang sedikit aneh dalam pandangan saya. Mobil tersebut berjalan sangat lambat sehingga mengganggu pengguna jalan yang ada di belakangnya. Kebetulan pada saat itu saya melintas di belakang mobil tersebut tepat di perempatan. Saya tengok ke arah kemudi dan saya mendapati seorang polisi muda yang sedang mengemudi sambil bermain handphone... Wih.. Pantas saja jalannya sangat lambat hihihi...
Saya lantas merogoh saku celana dan mengeluarkan handphone dan cekrekkk...
Ah, seandainya saya seorang Polisi, sudah saya tangkap dan saya kenakan denda tilang 750 ribu rupiah... Seperti tercantum dalam pasal 283 yang ada di UU No 22 Tahun 2009. Hihihi...
Arsip Blog
-
▼
2009
(44)
-
▼
Desember
(44)
- Jacksoon five versi indonesia
- Robot Rider di jakarta
- Jebakan tikus terbesar
- Knalpot Racing ala indonesia
- Larangan yang to de poin
- Gunakan istri seperlunya
- “Counter Down” Prapatan Penghilang Ketidaksabaran
- kuda Indonesia yang sekarang gak mau makan rumput
- Kereta masuk Pasar
- Hanya di Indonesia yang pakai peringatan meyakinka...
- Perbedaan Kotak Surat di indonesia dengan di luar ...
- Motornya bisa dinaiki lebih dari 5 orang
- Hanya di Indonesia supirnya ada yg bekas penulis p...
- Hanya di Indonesia kita bisa nabung sembari makan ...
- Kasih sayang seorang ibu bisa kalah dengan kasih s...
- Nokia mendistribusikan produk sendalnya
- Polisi yang melayani dan mengantar
- Binatang di indonesia malu di foto manusia
- Es Panas
- Anak majikan dianggap HERDER
- kejahatan yang dapat dimaklumi di Indonesia
- Buruh Diupah Main Game Online
- Keren, tapi Gak Bisa Baca
- Tokoh – tokoh dunia yg meninggal dalam keadaan miskin
- Suharto terkorup di dunia
- Minuman Berdosa
- Teori bahwa matematika dapat membunuh
- Aib MEGAWATI
- Amanat Pak HARTO untuk para BLOGGER
- Perang Iklan
- Minuman Paling Mujarab di Abad ini
- Perlunya Sabuk Pengaman Pada Sepeda
- Rambu aneh
- Iklan yang kreatif
- "GAPTEK" Nama
- Poster - poster norak PEMILU CALEG 2009
- Serba-serbi Lumpur Panas Lapindo Porong
- Unit Gawat Darurat
- Uang Kembalian Permen
- Kenapa semua air mineral itu disebut AQUA ??
- Hanya Telkomsel yang Bisa Menembus Alam Kubur
- Kenali Uang Anda
- Ban Serep
- Polisi Multitasking
-
▼
Desember
(44)


